BRMP Sulsel Dorong Penerapan Teknologi PM-AAS & Manajemen Agribisnis Modern untuk Petani Milenial
SIDRAP, 26 Agustus 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Selatan (BRMP Sulsel) resmi menggelar Pelaksanaan Bimtek Kerjasama Kemitraan Tahun Anggaran 2026 bertema "Peningkatan Kapasitas Petani Milenial dalam Penerapan Teknologi Pertanian Modern dan Manajemen Agribisnis". Berlangsung di Aula Gedung Panti Asuhan, Kelurahan Lautang Benteng, Kecamatan Maritengngae, kegiatan ini menyasar penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) sektor pertanian daerah.
Sebanyak 100 peserta yang terdiri dari Petani Milenial/Kelompok Brigade Pangan dan Penyuluh Pertanian hadir untuk menerima pembekalan intensif. Bimbingan Teknis ini ini dirancang untuk menjembatani modernisasi teknologi di lapangan dengan tata kelola manajemen agribisnis yang akuntabel.
Dalam sambutannya, Kepala BRMP Sulawesi Selatan yang diwakili oleh ibu Repelita Kallo, SP., M.Si menegaskan pentingnya regenerasi petani di tengah dominasi tenaga kerja senior. terlibatan tenaga kerja muda yang adaptif terhadap teknologi menjadi penentu keberhasilan difusi inovasi pertanian di era digital. Brigade Pangan diposisikan bukan sekadar pekerja instan, melainkan manajer lapangan yang mampu mengonsolidasikan lahan milik petani tradisional ke dalam tata kelola yang lebih produktif dan modern," ungkapnya.
Tiga narasumber lintas sektor hadir memaparkan materi strategis:
- Inspektorat Daerah Kabupaten Sidrap (Mustari Kadir, M.Si.): Mengulas Transparansi & Akuntabilitas Usahatani: Tertib Administrasi, SPJ, dan Pembukuan Usahatani Berbasis Agribisnis. Materi ini menekankan pentingnya profesionalisme administrasi dan keahlian pembukuan keuangan bagi kelompok tani.
- Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sidrap: Memaparkan Teknologi Budidaya Tanaman Padi dengan Metode PM-AAS, memfokuskan pada penerapan pola tanam modern untuk meningkatkan produktivitas dan hasil panen daerah.
- PT Maxxi Tani Teknologi: Membawakan materi Teknologi Penggunaan Drone pada Budidaya Tanaman Padi Metode PM-AAS, mengenalkan pemanfaatan unmanned aerial vehicle (UAV) untuk pemetaan lahan, pemupukan presisi, dan efisiensi operasional usahatani.
Sinergi antara pemerintah daerah, badan pengawas, penyuluh, dan mitra teknologi ini diharapkan mampu mempercepat transformasi petani milenial Sidrap menuju pertanian yang mandiri, modern, dan berdaya saing tinggi.
(RK)